Khasana, Wulan Uswatun (2024) Gambaran Faktor Risiko Pasien Tuberklosis Dengan Resistensi Obat di RSUD DOK II Jayapura (Studi Kasus Tahun 2021 Sampai 2023). Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (744kB)
BAB I.pdf
Download (151kB)
BAB II.pdf
Download (288kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (70kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (386kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (42kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (193kB)
Abstract
Penyakit menular Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri
Mycrobacterium tuberculosis. Pengobatan yang tidak tepat dapat
menyebabkan resistensi obat OAT, yakni resistensi Mycrobacterium
tuberculosis. RSUD Dok II Jayapura berhasil menangani 4,8% kasus TB-RO
pada 2021, 3,5% pada 2022, dan 6,4% pada 2023. Pengobatan TB-RO
memerlukan waktu lebih lama, kompleks, dan biaya yang tinggi. penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dan menggambarkan
variabel terkait TB-RO secara detail.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah
populasi 70 pasien TB-RO dari rekam medis rumah sakit dan menggunakkan
Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi pasien memiliki rekam
medik lengkap di RSUD Jayapura dengan sampel berjumlah 61 pasien.
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder. Analisis data
berupa analisis univariat.
Hasil penelitian di RSUD Dok II Jayapura menunjukkan sebagian besar
pasien TB-RO berusia 26-45 tahun (54,1%), mayoritas perempuan (52,5%),
berasal dari Jayapura (98,4%), bekerja sebagai swasta (24,65%), suku Asli
Papua (65,6%). Hampir semua kasus TB-RO terjadi di paru-paru (100%)
dengan resistensi terhadap rifampisin sebanyak (90,2%). Sebanyak (52,5%)
memiliki riwayat pengobatan TB sebelumnya, dan (54,1%) adalah pasien
baru. Sekitar (26,2%) memiliki riwayat kontak serumah dengan pasien TB.
Diabetes mellitus terdapat pada (6,6%) pasien, sedangkan riwayat HIV ada
pada (23%). Gejala umum meliputi batuk (95,1%) dan demam (67,2%).
Sekitar (23%) pasien adalah perokok. Mayoritas (77%) menjalani pengobatan
individual, dan (37,1%) mengalami loss to follow up. Efek samping ringan
seperti mual terjadi pada (40%) pasien
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Tuturop, Katarina L 0026068204 UNSPECIFIED Thesis advisor Pariaribo, Konstantina Marthina 0001058602 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | TB-RO, karakteristik pasien, prevalensi |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 613 Ilmu Kesehatan Umum dan keamanan |
| Divisions: | Fakultas Keseheatan Masyarakat > Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat - S1 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 15:29 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 15:29 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/1078 |
