Degei, Beny (2023) Faktor Yang Berhubungan Dengan Putus Obat Terapi ARV Pada Penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Paniai Provinsi Papua Tengah. Masters thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (906kB)
BAB I.pdf
Download (357kB)
BAB II.pdf
Download (706kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (435kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (535kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (337kB)
Abstract
HIV/AIDS merupakan masalah penyakit global dan menakutkan karena
penularannya sehingga ditemukan pertambahan kasus baru sehingga pemberian
terapi antiretroviral diharapkan dapat menekan laju penularan HIV/AIDS. Namun
kepatuhan terapi menyebabkan banyak pasien mengalami putus obat terapi ARV
yang berdampak pada kesehatan dan penularan HIV/AIDS.
Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
putus obat penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Paniai
Provinsi Papua Tengah.
Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional
study. Populasi adalah seluruh pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi ARV
deganjumlah sampel sebanyak 190 orang. Pengambilan data dengan
menggunakan lembar isian rekam medik. Data dianalisis menggunakan chi
square, odds ratio dan regresi binari logistik.
Hasil penelitian diperoleh faktor yang berhubungan dengan putus obat
terapi ARV di RSUD Kabupaten Paniai adalah suku (p-value 0,000; RP =
10,642; CI95% (2,726 – 41,538), pendidikan (p-value 0,000; RP = 3,344; CI95%
(2,023 – 5,528), pekerjaan (p-value 0,000; RP = 2,338; CI95% (1,663 – 3,288),
riwayat efek samping (p-value 0,000; RP = 2,840; CI95% (1,968 – 4,097), infeksi
oportunistik (p-value 0,000; RP = 4,221; CI95% (2,594 – 6,870). Faktor yang
tidak berhubungan dengan putus obat terapi ARV di RSUD Kabupaten Paniai
adalah jenis kelamin (p-value 0,310 atau p > α (0,05); RP; 1,227; CI95% (0,869 –
1,731) dan lama pengobatan (p-value 0,473 ; RP = 0,811; CI95% (0,531– 1,238).
Faktor dominan dengan putus obat terapi ARVdi RSUD Kabupaten Paniai adalah
infeksi oportunistik
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Togodly, Arius 003046901 UNSPECIFIED Thesis advisor Makaba, Sarce 0002097404 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Putus obat, terapi ARV, HIV/AIDS |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 613 Ilmu Kesehatan Umum dan keamanan 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 614 Kedokteran forensik; insiden cedera, luka, penyakit 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 616 Penyakit |
| Divisions: | Fakultas Keseheatan Masyarakat > Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat - S2 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 15:30 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 15:30 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/1083 |
