Auparai, Alex Martinus Mamun (2024) Analisis Derivatif Horisontal Dan Vertikal Data Anomali Gravitasi Untuk Identifikasi Struktur Geologi Pada Sistem Panas Bumi Di Kampung Mosso Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.
Abstrak.pdf
Download (532kB)
Bab 1.pdf
Download (112kB)
Bab 2.pdf
Download (868kB)
Bab 3.pdf
Download (398kB)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (89kB)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (171kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Panasbumi merupakan salah satu energi terbarukan dalam ketenaga listrikan di Indonesia. Penggunaan energi listrik di wilayah Papua kedepannya akan semakin meningkat karena adanya pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). Karena itu perlu dilakukan penelitian metode gravitasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi pada sistem panasbumi non vulkanik melalui analisis derivatif horisontal dan vertikal berdasarkan anomali gravitasi di Kampung Mosso Papua.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang meliputi data anomali gravitasi GGMplus, data model elevasi digital, dan data geologi. Pengolahan data dilakukan dengan melalui tahap-tahap koreksi data gravitasi yang menghasilkan anomali boguer lengkap kemudian dilanjutkan dengan pemisahan anomali regional dan residual selanjutnya Analisis Derivatif digunakan untuk mendelinesasi batas kontak kontras densitas struktur dalam orde pertama first horisontal derivatif (FHD), orde kedua Second horisontal derivatif (SHD) dan Second Vertikal Derivatif (SVD).
Hasil penelitian ini menunjukkan pada lintasan A-A’ diperoleh 6 batas kontak densitas. Adapun 4 titik batas kontak densitas yaitu 1.a 2.a 3.a dan 4.a mengkonfirmasi indikasi patahan pada kelurusan (K1 dan (K2) pada peta geologi. Pada lintasan B-B’ diperoleh 5 batas kontak densitas. Adapun 3 titik batas kontak densitas yaitu 1.b 2.b dan 3c. Mengkonfirmasi indikasi patahan pada Kelurusan (K1) dan (K2) pada peta geologi. Pada lintasan C-C’ diperoleh 7 batas kontak densitas. Adapun 2 titik batas kontak densitas yaitu 1.c dan 2.c mengkonfirmasi indikasi patahan pada kelurusan (K1 dan K2) pada peta geologi. Pada lintasan D-D’ diperoleh 5 batas kontak densitas. Adapun 2 titik batas kontak densitas yaitu 1.d dan 2.d mengkonfirmasi indikasi patahan pada kelurusan (K1) dan (K2) pada peta geologi. Pada lintasan E-E’’ diperoleh 6 batas kontak densitas pada Formasi Nubai (Tomn) dan Aluvial (Qa), kemungkinan disebabkan oleh intrusi batuan beku serta perubahan densitas tinggi ke rendah di wilayah Aluvial yang merupakan aliran sungai Mosso.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Sutarman, Tatang 0031016503 UNSPECIFIED Thesis advisor Sudrajad, Bangkit UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Panasbumi, Metode Gravitasi, Analisis Derivatif, GGMplus. |
| Subjects: | 500 – Ilmu Pengetahuan > 500 Ilmu pengetahuan > 500 ilmu pengetahuan alam dan matematika 500 – Ilmu Pengetahuan > 550 Ilmu bumi dan geologi > 550 Ilmu bumi 500 – Ilmu Pengetahuan > 550 Ilmu bumi dan geologi > 551 Geologi, hidrologi, meteorologi |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Program Studi Teknik Geofisika - S1 |
| Depositing User: | Hasna |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:01 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:01 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/1197 |
