Perbandingan Efektivitas Biochar Dari Serbuk Kayu Dan Ampas Sagu Dalam Penyerapan Emisi CO2 Dalam Tanah

Simamora, Naomi Margareta (2024) Perbandingan Efektivitas Biochar Dari Serbuk Kayu Dan Ampas Sagu Dalam Penyerapan Emisi CO2 Dalam Tanah. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of Cover - Daftar Lampiran] Text (Cover - Daftar Lampiran)
01 Cover.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab I Pendahuluan] Text (Bab I Pendahuluan)
Bab 1.pdf

Download (463kB)
[thumbnail of Bab II Tinjauan Pustaka] Text (Bab II Tinjauan Pustaka)
Bab 2.pdf

Download (706kB)
[thumbnail of Bab III Metode Penelitian] Text (Bab III Metode Penelitian)
Bab 3.pdf

Download (873kB)
[thumbnail of Bab IV Pembahasan] Text (Bab IV Pembahasan)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (758kB)
[thumbnail of Bab V Penutup] Text (Bab V Penutup)
Bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (371kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Peningkatan gas CO2 terjadi karena lebih banyak gas yang dihasilkan daripada yang diserap. Hal ini mengakibatkan penumpukan gas CO2 di atmosfir dan menyebabkan pemanasan global. biochar memiliki struktur cincin aromatik yang stabil dan bersifat berpori, sehingga dapat menyerap dan menyimpan karbon tanah dalam jangka waktu yang lama sebagai amandemen tanah sembari juga meregenerasi tanah. Biochar serbuk kayu (B1) dan ampas sagu (B2) dipirolisis masing-masing pada suhu 600 dan 400 oC selama satu dan dua jam. Proses penyerapan emisi CO2 dilakukan dengan cara menginkubasi tanah yang sudah dicampur dengan biochar selama 20 hari. Hasil uji karakterisasi (kadar air dan luas permukaan) dari kedua jenis biochar menunjukkan bahwa B1 memiliki kadar air dan luas permukaan yang lebih besar daripada B2. Pada uji kualitas tanah, didapatkan bahwa TB1 (tanah + Biochar serbuk kayu) menurunkan C-organik (C-organik = 0,04%; kontrol = 0,043%) dan meningkatkan NPK tanah, sedangkan TB2 (tanah + biochar ampas sagu) meningkatkan C-organik dan NPK tanah. Hasil uji inkubasi tanah, menunjukkan kenaikan fluks CO2 pada TB1 sampai hari ke-5 dan mengalami penurunan pada hari ke-10 sampai hari terakhir inkubasi, sedangkan untuk TB2 emisi CO2 terus meningkat. Hasil uji pH selama inkubasi berlangsung tidak mengalami perbuhan yang signifikan. Berdasarkan hasil pengujian ini maka dapat disimpulkan bahwa serbuk kayu lebih efektif menyerap emisi CO¬2, sedangkan ampas sagu lebih efektif dalam meregenerasi tanah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Asmuruf, Frans A
0028047503
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Himawan, Himawan
0011116803
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: B0, B1, B2, CO2, C-organik.
Subjects: 500 – Ilmu Pengetahuan > 540 Kimia > 540 Kimia dan ilmu yang berhubungan
500 – Ilmu Pengetahuan > 540 Kimia > 541 Kimia fisik
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 631 Teknik khusus, peralatan, dan material
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Program Studi Kimia - S1
Depositing User: Hasna
Date Deposited: 31 Aug 2026 03:01
Last Modified: 31 Aug 2026 03:01
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/1207

Actions (login required)

View Item
View Item