Pengelompokan Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua Berdasarkan Indikator Indeks Pembangunan Manusia Menggunakan Metode Centroid

Kapisa, Christine Shorea (2024) Pengelompokan Kabupaten/Kota Di Provinsi Papua Berdasarkan Indikator Indeks Pembangunan Manusia Menggunakan Metode Centroid. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of Cover - Daftar Lampiran] Text (Cover - Daftar Lampiran)
Abstrak.pdf

Download (630kB)
[thumbnail of Bab I Pendahuluan] Text (Bab I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of Bab II Tinjauan Pustaka] Text (Bab II Tinjauan Pustaka)
BAB II.pdf

Download (397kB)
[thumbnail of Bab III Metodologi Penelitian] Text (Bab III Metodologi Penelitian)
BAB III.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of Bab IV Hasil dan Pembahasan] Text (Bab IV Hasil dan Pembahasan)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (718kB)
[thumbnail of Bab V Penutup] Text (Bab V Penutup)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (184kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (185kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (425kB)

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan dan kualitas hidup manusia di suatu negara. IPM terendah di Indonesia diduduki oleh Provinsi Papua (61,39) yang berstatus IPM sedang berdasarkan standar capaian IPM. IPM kabupaten/kota tertinggi di Papua yaitu Kota Jayapura (80,61), sedangkan IPM kabupaten/kota terendah di Papua yaitu Kabupaten Nduga (34,10). Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi ketimpangan pembangunan di Papua, sehingga perlu dilakukan pengelompokan kabupaten/kota di Papua yang memiliki karakteristik yang sama berdasarkan indikator IPM untuk dijadikan acuan bagi pemerintah Papua. Metode centroid adalah metode untuk mengelompokkan objek-objek berdasarkan kemiripan karakteristik yang dimilikinya, dimana banyak kelompok yang akan terbentuk belum diketahui jumlahnya. Metode ini dilakukan dengan cara menggabungkan dua kelompok melalui jarak terdekat pada titik pusat antar kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kabupaten/kota di Papua berdasarkan indikator IPM tahun 2022, dan mendapatkan hasil pengelompokan kabupaten/kota di Papua berdasarkan indikator IPM menggunakan metode centroid. Penelitian ini menggunakan koefisien silhouette untuk memvalidasi jumlah kelompok yang tepat. Rata-rata koefisien Silhouette berkisar dari -1 hingga 1, dimana kelompok semakin baik apabila rata-rata koefisien Silhouette semakin mendekati 1. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata koefisien silhouette, didapatkan bahwa diantara 2-5 jumlah kelompok, 4 kelompok memiliki rata-rata 0,405 yang lebih mendekati 1 dibandingkan jumlah kelompok lainnya. Sehingga pada penelitian ini, jumlah kelompok yang paling baik untuk digunakan adalah 4 kelompok. Kelompok 1 memiliki nilai untuk semua indikator IPM yang rendah. Kelompok 2 memiliki indikator HLS yang tinggi, namun indikator RLS, AHH, dan PPP pada kelompok ini rendah.Kelompok 3 yaitu Kabupaten Nduga memiliki indikator IPM yang sangat rendah. Sedangkan kelompok 4 yaitu Kota Jayapura memiliki indikator RLS, AHH, dan PPP yang sangat tinggi, namun HLS Kota Jayapura rendah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Palit, Epiphani I. Y
0016027403
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Raya, Rita
0005066802
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Centroid, Indeks Pembangunan Manusia, Provinsi Papua
Subjects: 500 – Ilmu Pengetahuan > 510 Matematika > 510 Matematika
500 – Ilmu Pengetahuan > 510 Matematika > 519 Probabilitas dan matematika terapan
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Program Studi Statistika - S1
Depositing User: Hasna
Date Deposited: 31 Aug 2026 03:02
Last Modified: 31 Aug 2026 03:02
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/1209

Actions (login required)

View Item
View Item