Pranoto, Fransiskus Bungsu (2023) Hak Waris Anak Luar Kawin Pada Masyarakat Hukum Adat Jawa di Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura. Masters thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (727kB)
BAB I.pdf
Download (350kB)
BAB II.pdf
Download (359kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (222kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (87kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (150kB)
Abstract
Fransiskus Bungsu Pranoto 2023 “Hak Waris Anak Luar Kawin Pada
Masyarakat Hukum Adat Jawa Di Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat
Kabupaten Jayapura (dibimbing oleh Dr. Onesimus Sahuleka, S.H., M.Hum.,
sebagai Pembimbing I dan Dr. Kadir Katjong, S.H., M.A., sebagai Pembimbing
II)
Penelitian ini Bertujuan Untuk Untuk Mengkaji Dan Menganalisis Hak Waris
Anak Luar Kawin Terhadap Ayah Biologisnya dan Cara Penyelesaian Masalah
Hak Waris Anak Luar Kawin Pada Masyarakat Hukum Adat Jawa Terhadap Ayah
Biologisnya di Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengutamakan
data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder,
bahan hukum tersier, serta pendekatan pandangan-pandangan, konsep, analisis,
sejarah hukum, dan pendekatan perbandingan hukum.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pada Masyarakat hukum adat Jawa di
Kampung Sabron Sari Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura, orang tua yang
tidak mempunyai anak sah tetapi mempunyai anak luar kawin, maka anak luar
kawin yang berkelakuan baik terhadap keluarga Ayah biologisnya akan mendapat
warisan dari keluarga Ayah biologisnya. Jika ayah biologisnya mempunyai anak
sah dan anak luar kawin, maka dalam pewarisan anak sah akan mendapat lebih
banyak dari anak luar kawin. Bila terjadi sengketa biasanya sengketa tersebut
diselesaikan terlebih dahulu dengan cara musyawarah diantara para anggota
keluarga. Yang menjadi pemimpin dari musyawarah tersebut adalah anak sah
sulung atau anak laki yang dituakan dari keluarga tersebut, atau kalau tidak ada
anak laki-laki, maka saudara atau kerabat dari pihak ayah. Apabila sengketa
pembagian warisan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara musyawarah,
maka sengketa tersebut dibawa ke dalam musyawarah adat, dimana dipimpin oleh
Kepala Kampung atau orang yang dituakan dalam masyarakat hukum adat Jawa,
namun demikian penyelesaian pembagian harta waris bagi anak luar kawin hanya
diselesaikan dalam musyawarah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Sahuleka, Onesimus 0027116003 UNSPECIFIED Thesis advisor Katjong, Kadir 0007125905 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Anak Luar Kawin, Masyarakat Hukum Adat Jawa |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Magister Ilmu Hukum - S2 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 20 May 2026 05:50 |
| Last Modified: | 20 May 2026 05:50 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/853 |
