Hindom, Yaya (2024) Hakikat Satu Tungku Tiga Batu Dalam Hukum Adat Sebagai Wujud Toleransi Hidup Antar Umat Beragama dan Jaminan Harmonisasi Kehidupan Bermasyarakat di Kabupaten Fak-Fak. Masters thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (217kB)
BAB II.pdf
Download (607kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (27kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (566kB)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (99kB)
Abstract
Yaya Hindom. “Hakikat Satu Tungku Tiga Batu Dalam Hukum Adat Sebagai
Wujud Toleransi Hidup Antar Umat Beragama Dan Jaminan Harmonisasi
Kehidupan Bermasyarakat di Kabupaten Fakfak”., dibimbing oleh : Frans
Reumi sebagai pembimbing I dan Kadir Katjong sebagai pembimbing II.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yuridis normatif
digunakan untuk melihat aturan-aturan atau kaidah-kaidah hukum adat yang
berkaitan dengan konsep satu tungku tiga batu yang diteliti. Sedangkan
pendekatan yuridis empiris digunakan untuk melihat atau mengkaji sifat hukum
yang nyata-nyata terjadi dalam masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan
pelaksanaan konsep konsep Satu Tungku Tiga Batu sebagai wujud toleransi
hidup antar umat beragama dan jaminan harmonisasi kehidupan bermasyarakat di
Kabupaten Fakfak sebagai objek penelitian. Data yang diperoleh diolah dengan
teknik analisis kualitatif. Selanjutnya dipilih dua isu utama yaitu : Bagaimana
pelaksanaan nilai-nilai satu tungku tiga batu dalam kehidupan bermasyarakat di
Kabupaten Fakfak ?; dan Bagaimana fungsi satu tungku tiga batu sebagai wujud
toleransi (simbol) antar umat beragama di Kabupaten Fakfak ? Tujuan
penelitian untuk 1) mengetahui pelaksanaan nilai-nilai satu tungku tiga batu
dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Fakfak dan 2) Untuk mengetahui
fungsi satu tungku tiga batu sebagai wujud toleransi (simbol) antar umat
beragama di Kabupaten Fakfak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan nilai-nilai Satu Tungku Tiga
Batu dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Fakfak sudah berjalan dengan
baik dalam dalam menjalankan toleransi hidup antar umat beragama dan
terjaminnya harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Fakfak. Arti dan
makna filosofi satu tungku tiga batu pada masyarakat adat Mbaham Matta dapat
terlihat dari tiga segi yaitu makna adat, makna agama, dan makna pemerintah,
Nilai-nilai filosofi Satu Tungku Tiga Batu yaitu keharmonisan, keseimbangan;
dan Keakraban. Penerapan Satu Tungku Tiga Batu diwujudkan dalam Masjid
Patimburak yang memiliki bangunan masjid Patimburak ini menggabungkan
arsitektur khas masjid dan gereja, yakni kubah di bagian atas dan tiga pintu masuk
beratap segitiga yang Islam, Katolik, dan Protestan yang merupakan perwujudan
dari konsep filosofi satu tungku tiga batu. Fungsi Satu Tungku Tiga Batu sebagai
Wujud Toleransi (Simbol) antar umat Beragama di Kabupaten Fakfak dipandang
penting dan bernilai sehingga dapat dijadikan pedoman tingkah laku dalam
kehidupan antarumat beragama
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Reumi, Frans 0013076004 UNSPECIFIED Thesis advisor Katjong, Kadir 0007125905 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Hakikat Satu Tungku Tiga Batu, Wujud Toleransi Masyarakat |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Magister Ilmu Hukum - S2 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 20 May 2026 05:52 |
| Last Modified: | 20 May 2026 05:52 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/869 |
