Kedudukan Konsep Satu Tungku Tiga Batu Dalam Menjaga Corak Kebersamaan Pada Masyarakat Hukum Adat di kabupaten Fak-Fak

Rohrohmana, Ketsia Oktovina Horweg (2024) Kedudukan Konsep Satu Tungku Tiga Batu Dalam Menjaga Corak Kebersamaan Pada Masyarakat Hukum Adat di kabupaten Fak-Fak. Masters thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Halaman Judul, Lembar Persetujuan, Pelaksanaan Ujian, Pernyataan Tidak Plagiat, Motto dan Persembahan, Abstrak, Abstract, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Lampiran] Text (COVER : Halaman Judul, Lembar Persetujuan, Pelaksanaan Ujian, Pernyataan Tidak Plagiat, Motto dan Persembahan, Abstrak, Abstract, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Lampiran)
COVER.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (630kB)
[thumbnail of BAB II Kajian Pustaka] Text (BAB II Kajian Pustaka)
BAB II.pdf

Download (876kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian] Text (BAB III Metode Penelitian)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (432kB)
[thumbnail of BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan] Text (BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (710kB)
[thumbnail of BAB V Penutup] Text (BAB V Penutup)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (412kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (307kB)

Abstract

Ketsia Oktovina Horweg Rohrohmana. “Kedudukan Konsep Satu Tungku Tiga
Batu Dalam Menjaga Corak Kebersamaan Pada Masyarakat Hukum Adat Di
Kabupaten Fakfak”., dibimbing oleh : Frans Reumi sebagai pembimbing I dan
Kadir Katjong sebagai pembimbing II.
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Pendekatan yuridis normatif
digunakan untuk melihat aturan-aturan atau kaidah-kaidah hukum adat yang
berkaitan dengan konsep satu tungku tiga batu yang diteliti. Sedangkan
pendekatan yuridis empiris digunakan untuk melihat atau mengkaji sifat hukum
yang nyata-nyata terjadi dalam masyarakat hukum adat yang berkaitan dengan
pelaksanaan konsep satu tungku tiga batu dalam masyarakat sebagai objek
penelitian. Data yang diperoleh diolah dengan teknik analisis preskriptif.
Selanjutnya dipilih dua isu utama yaitu : Bagaimanakah falsafah hidup
masyarakat hukum adat yang merujuk pada Satu Tungku Tiga Batu dalam
Menjaga Corak Kebersamaan di Kabupaten Fakfak ?; dan Bagaimanakah
implementasi kedudukan konsep satu tungku tiga batu dalam menjaga
kebersamaan masyarakat di Kabupaten Fakfak ? Tujuan penelitian untuk 1)
mengkaji dan menganalisis bagaimana falsafah hidup masyarakat hukum adat
yang merujuk pada Satu Tungku Tiga Batu dalam menjaga corak kebersamaan di
Kabupaten Fakfak; 2) mengkaji dan menganalisis bagaimana implementasi
kedudukan konsep satu tungku tiga batu dalam menjaga kebersamaan masyarakat
di Kabupaten Fakfak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Falsafah hidup masyarakat hukum adat
telah merujuk pada Satu Tungku Tiga Batu dalam menjaga Corak Kebersamaan
hidup masyarakat adat Mbaham Matta di Kabupaten Fakfak. 1) falsafah hidup
yang disebut ko, on, knomi mbi du qpona artinya kau saya dengan dia bersaudara
ungkapan yang menjadi bagian dari pengejawantaan filosofi “Satu Tungku Tiga
Batu”. Filosofi ini mengarah kepada adat, agama dan pemerintah. Filosofi satu
tungku tiga batu dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu nilai budaya yang
pertama-tama bertalian erat dengan sistem kekerabatan suku dan sangat
menghargai dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 2) Implementasi
kedudukan konsep satu tungku tiga batu di Kabupaten Fakfak ditetapkan dalam
hukum adat yang terdapat di dalam UUD 1945 dilihat pada Pasal 18B ayat 2,
Pasal 281 ayat 3 sehingga tetap terjaga kebersamaan masyarakat di Kabupaten
Fakfak. Pluralisme masyarakat terhadap konsep satu tungku tiga batu terlihat
dalam bagaimana masyarakat dapat hidup berdampingan dengan masyarakat lain
serta adanya keterlibatan masyarakat dalam upacara keagamaan. Penerapan
konsep satu tungku tiga batu dalam masyarakat dapat terlihat pada bangungan
masjid Patimburak yang memiliki arsitektur bangunan antara perpaduan bentuk
masjid dan gereja dan memiliki tiga pintu di sisi utara, selatan, dan timur masjid
melambangkan keberadaan tiga agama keluarga di Fakfak

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Reumi, Frans
0013076004
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Katjong, Kadir
0007125905
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kedudukan Konsep Satu Tungku Tiga Batu,Corak Kebersamaan
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Magister Ilmu Hukum - S2
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 20 May 2026 05:52
Last Modified: 20 May 2026 05:52
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/870

Actions (login required)

View Item
View Item