Eksistensi Peradilan Adat Dalam Kerangka Otonomi Khusus Provinsi Papua

Wenda, Onias (2024) Eksistensi Peradilan Adat Dalam Kerangka Otonomi Khusus Provinsi Papua. Masters thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Pernyataan Tidak Plagiat, Pelaksanaan Ujian, Abstrak, Abstract, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi] Text (COVER : Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Pernyataan Tidak Plagiat, Pelaksanaan Ujian, Abstrak, Abstract, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi)
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (714kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka] Text (BAB II Tinjauan Pustaka)
BAB II.pdf

Download (933kB)
[thumbnail of BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan] Text (BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (851kB)
[thumbnail of BAB IV Penutup] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (684kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (511kB)

Abstract

Onias Wenda. “Eksistensi Peradilan Adat Dalam Kerangka Otonomi Khusus Provinsi
Papua”, dibimbing oleh Prof. Dr. Frans Reumi, S.H.,M.A.,M.H, sebagai pembimbing I dan
Dr. Kadir Katjong, S.H., M.A. sebagai pembimbing II.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian juridis empiris dengan
mengutamakan data lapangan dan data pustaka hukum dengan teknik pengumpulan data
wawancara dan pengamatan dengan dukungan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum
primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tertier, serta pendekatan Perundang-undangan,
sejarah hukum, dan pendekatan perbandingan hukum. Data yang diperoleh diolah dengan
tekhnik analisis kualitatif dengan tiga alur kerja; yakni, reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi (kesimpulan).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengakuan dan perlindungan peradilan adat dalam
UU Otonomi Khusus Papua, Pemberian Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dimaksudkan
untuk mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap Hak Asasi
Manusia (HAM), percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan
masyarakat Papua, dalam rangka kesetaraan dan keseimbangan dengan kemajuan provinsi lain.
Salah satu kekhususan otonomi bagi Provinsi Papua adalah adanya penyelenggaraan pengadilan
adat sebagaimana tercantum dalam Pasal 50 ayat (2) dan Pasal 51 ayat (1) sampai dengan ayat
(8) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, pada
kenyataannya kehidupan masyarakat adat di Papua masih terus memberlakukan,
mempertahankan dan tunduk pada pengadilan adatnya masing-masing terutama dalam
penyelesaian perkara adat yang terjadi diantara sesama warga masyarakat hukum adat.
Kenyataan ini makin diperkuat dengan pengaturannya dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun
2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Sedangkan tugas dan wewenang peradilan
dalam implementasi UU Otonomi Khusus Papua, Peradilan adat merupakan pengadilan yang
hidup dalam praktek seharihari di kampung adat (masyarakat hukum adat), kelembagaan
peradilan adat adalah bagian dari kelembagaan tradisional desa adat yang dalam definisi hukum
disebut dengan “susunan asli”. Susunan asli sendiri dalam penjelasan dalam Pasal 103 huruf a
adalah sistem organisasi kehidupan desa adat yang dikenal di wilayah-wilayah masing-masing,
maka kelembagaan pengadilan desa adat adalah pengadilan adat yang dikenal oleh masyarakat
hukum adat, baik yang berfungsi memutus, maupun yang berfungsi mendamaikan sengketa adat
berdasarkan hukum adat. Peradilan adat mempunyai kompetensi absolut dan relatif sebagai
sebuah lembaga peradilan yang dikenal oleh masyarakat hukum adat. Tidak menutup
kemungkinan juga dapat bersinggungan dengan pihak-pihak, atau kepentingan-kepentingan
diluar masyarakat adat, yang berkaitan dengan “adat” desa atau daerah setempat. Secara spesifik
tugas dan wewenang peradilan adat dapat dilihat dalam Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua
Nomor 20 Tahun 2008 dalam Pasal 6 dan Pasal 8

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Reumi, Frans
0013076004
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Katjong, Kadir
0007125905
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Peradilan Adat, Otonomi Khusus Provinsi Papua
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Magister Ilmu Hukum - S2
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 25 May 2026 13:03
Last Modified: 25 May 2026 13:03
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/890

Actions (login required)

View Item
View Item