Uji Diagnostik Frambusia Pada Anak Dengan Metode Rapid Diagnostic Test (RDT) Di Daerah Perbatasan Papua Nugini Dan Papua-Jayapura

Sumolang, Inneke Viviane (2025) Uji Diagnostik Frambusia Pada Anak Dengan Metode Rapid Diagnostic Test (RDT) Di Daerah Perbatasan Papua Nugini Dan Papua-Jayapura. Uji Diagnostik Frambusia Pada Anak Dengan Metode Rapid Diagnostic Test (RDT) Di Daerah Perbatasan Papua Nugini Dan Papua-Jayapura, 52 (2): xx-xx. (Submitted)

[thumbnail of Artikel] Text (Artikel)
AA Inneke Viviane Sumolang.pdf

Download (404kB)

Abstract

Pendahuluan: Frambusia merupakan penyakit endemis treponematosis non-venereal yang disebabkan
oleh infeksi bakteri Treponema pertenue. Penyakit ini adalah penyakit terabaikan dengan beban kesehatan
kepada pasien dan masyarakat baik fisik, psikologik, dan ekonomi. Di Indonesia, lebih banyak ditemukan di
Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendapatkan gambaran diagnostik frambusia dengan metode rapid diagnostic test (RDT) di perbatasan Papua
Nugini dan Papua-Jayapura tahun 2021-2022. Metode: Desain penelitian deskriptif dengan pemeriksaan darah
kapiler serum pasien frambusia menggunakan rapid diagnostic test. Hasil: Pemeriksaan serologis terhadap 31
orang anak yang didiagnosis secara klinis sebagai frambusia memberikan hasil RDT positif sebesar 74,2% (26
anak). Gambaran karakteristik anak dengan RDT positif adalah 47% berusia 6-11 tahun, 65% berjenis kelamin
laki-laki, dan sebanyak 73% lesi berlokasi di tungkai. Kesimpulan: Gambaran penelitian ini menjadi informasi
penting untuk diagnostik cepat dan penanganan frambusia di daerah terpencil dengan keterbatasan akses ke
fasilitas laboratorium.

Introduction: Yaws an endemic non-venereal treponematosis disease caused by infection of bacteria
Treponema pertenue. Yaws is a neglected disease with health burdens on patients and society both physically,
psychologically and economically. In Indonesia, it is more commonly found in the provinces of East Nusa
Tenggara, Maluku, Southeast Sulawesi and Papua. The study aims to diagnose yaws using the rapid diagnostic
test method on the border of Papua New Guinea (PNG) and Papua-Jayapura in 2021-2022. Methods: A
descriptive research design using capillary blood serum examination of yaws patient, conducted with a rapid
diagnostic test. Results: Serological examination of 31 children that clinically diagnosed as yaws resulted in
26 positive RDTs (74.2%). Among children with positive RDT results 47% were aged 6-11 years, 65% were
male, 73% had leg lesions. Conclusions: This research overview provides important information for rapid
diagnostics and treatment of yaws in remote areas that that have limited access to laboratory facilities.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Rapid Diagnostic Test, frambusia, perbatasan Papua Nugini-Papua
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan
600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 615 Farmakologi dan terapi farmakologi
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Profesi Dokter - Profesi
Depositing User: Hasna
Date Deposited: 20 May 2026 02:00
Last Modified: 20 May 2026 02:00
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/904

Actions (login required)

View Item
View Item