Mathovani, Putri Shafada (2024) Legalitas Hadhanah (Hak Asuh Anak) Pasca Perceraian Ditinjau Menurut Hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (500kB)
BAB I.pdf
Download (478kB)
BAB II.pdf
Download (599kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (379kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (385kB)
Abstract
Skripsi dengan judul “Legalitas Hadhanah (Hak Asuh Anak) Pasca Perceraian
Ditinjau Menurut Hukum Islam”. Dengan tujuan untuk mengetahui legalitas hadhanah
(hak asuh anak) pasca perceraian ditinjau menurut Hukum Islam dan untuk mengetahui
faktor-faktor penghambat dalam pengurusan hak asuh anak pasca perceraian.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Yuridis
Normatif dan Yuridis Empiris. Penelitian yuridis normatif merupakan penelitian hukum
yang meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder dengan cara menelaah teori-teori,
konsep-konsep dalam peraturan perundang-undangan. Sedangkan penelitian yuridis
empiris dilakukan dengan cara turun langsung dan melihat kenyataan yang ada di
lapangan yang bertujuan untuk menemukan fakta-fakta yang dapat dijadikan data
penelitian dan kemudian data tersebut dapat diolah atau dianalisis untuk menyelesaikan
masalah.
Hasil Penelitian menunjukkan legalitas hadhanah (hak asuh anak) pasca
perceraian ditinjau menurut hukum Islam diatur dalam Pasal 45 ayat (1) dan ayat (2)
Undang-Undang Perkawinan memuat ketentuan bahwa kedua orang tua wajib
memelihara dan mendidik anak-anak mereka sebaik-baiknya. Kewajiban tersebut berlaku
sampai anak itu kawin atau dapat berdiri sendiri dan kewajiban tersebut berlaku terus
meskipun perkawinan antara kedua orang tua putus. Pasal 105 Kompilasi Hukum Islam
menjelaskan bahwa hak asuh anak yang masih berusia di bawah 12 tahun adalah hak
ibunya. Pasal 14 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juga
menjelaskan, Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada
alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi
kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir. Setiap orang yang
memiliki hak hadhanah hendaknya memiliki rasa kasih sayang, kesabaran, dan
mempunyai keinginan agar anak itu tumbuh menjadi anak baik (shaleh/shalehah) di
kemudian hari. Selain itu harus mempunyai waktu yang cukup pula untuk melaksanakan
tugas itu.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Hadi, Supiyanto 0023096103 UNSPECIFIED Thesis advisor Tanggahma, Biloka 0023056108 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Legalitas, Hadhanah, Perceraian. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 08 Feb 2026 14:33 |
| Last Modified: | 08 Feb 2026 14:33 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/631 |
