Murib, Piron (2024) Eksekusi Menjual Obyek Hak Tanggungan Melalui Pelelangan Umum Atas Kekuasaan Sendiri Pada Bank Mandiri Cabang Jayapura. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (356kB)
BAB I.pdf
Download (346kB)
BAB II.pdf
Download (314kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (180kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip
dasar yang harus dipenuhi dalam melakukan transaksi jual beli tanah dan akibat
hukum terhadap suatu akta jual beli hak atas tanah yang melanggar azas itikad
baik,
Penelitian ini menggunakan metode normative-empiris yang artinya dalam
pemaparannya, penulis mengkaji sumber-sumber hukum berupa peraturan
perundang-undangan yang kemudian diterapkan dalam lingkungan masyarakat
dengan. Sumber data yang digunakan berupa informan , tempat dan peristiwa
serta arsip dan dokumen.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Prinsip-prinsip dasar yang
harus dipenuhi dalam melakukan transaksi jual beli tanah adalah harus adanya
azas itikad baik, tidak boleh ada unsur paksaan dan tidak boleh ada unsur
penipuan dalam melakukan transaksi jual beli tanah. Ketiga azas tersebut harus
ada dalam suatu perjanjian dan apabila tidak ada atau dilanggar maka perjanjian
tersebut cacat yuridis. Akibat hukum suatu akta jual beli hak atas tanah yang
melanggar azas itikad baik yaitu akta tersebut dapat dimohonkan pembatalan ke
Pengadilan Negeri. Apabila dapat dibuktikan, bahwa akta tersebut cacat yuridis
maka dapat dimintakan pembatalan dan akibat pembatalan akta tersebut, maka
akta tidak sah dan tidak mengikat dengan segala akibat hukumnya.
Hendaknya siapapun juga yang bermaksud membuat suatu perjanjian,
maka sebelum perjanjian itu disepakati, benar-benar mengetahui dan memahami
prinsip-prinsip dasar yang harus ada dalam perjanjian tersebut. Hendaknya
Notaris/PPAT dalam membuat suatu akta, benar-benar mengetahui maksud dan
tujuan dari para pihak yang datang menghadap untuk dibuatkan akta. Siapapun
juga yang hendak bermaksud membuat suatu perjanjian, haruslah dilakukan
dengan ketelitian dan kehati-hatian, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan seperti, tipu muslihat atau hal-hal yang lain yang dapat merugikan
salah satu pihak.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Baransano, Karel Van Houten - UNSPECIFIED Thesis advisor Mamoribo, Margaretha Golda M. I 0016028303 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Akta jual beli tanah, itikad baik. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 343 Hukum militer, pertahanan, keuangan publik, pajak, perdagangan (perdagangan), hukum industri 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 08 Feb 2026 14:35 |
| Last Modified: | 08 Feb 2026 14:35 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/650 |
