Kajian Hukum Tentang Penyelesaian Sengketa Lahan Tambang Emas di Kampung Mogodagi Distrik Kapiraya Kabupaten Deiyai.

Pigai, Nosias (2024) Kajian Hukum Tentang Penyelesaian Sengketa Lahan Tambang Emas di Kampung Mogodagi Distrik Kapiraya Kabupaten Deiyai. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Halaman Sampul Keaslian, Halaman Persetujuan, Halaman Pengesahan, Halaman Abstrak, Halaman Kata Pengantar, Daftar Isi] Text (COVER : Halaman Sampul Keaslian, Halaman Persetujuan, Halaman Pengesahan, Halaman Abstrak, Halaman Kata Pengantar, Daftar Isi)
COVER.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (629kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka] Text (BAB II Tinjauan Pustaka)
BAB II.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of BAB III Metode Penelitian] Text (BAB III Metode Penelitian)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (388kB)
[thumbnail of BAB IV Hasil Penelitian] Text (BAB IV Hasil Penelitian)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (498kB)
[thumbnail of BAB V Penutup] Text (BAB V Penutup)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (407kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (573kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang pertambangan emas di kampung mogodagi distrik
kapiraya kabupaten deiyai. Menurut Sunidyo Suryo Herdadi selaku kepala inspektur tambang
mineral dan batubara, Pertambangan Tanpa Izin atau PETI terus menjadi perhatian
Pemerintah. Diperlukan upaya bersama dan dukungan seluruh pihak untuk mendorong
penanganan isu PETI beserta dampak yang ditimbulkan. PETI adalah kegiatan memproduksi
mineral atau batubara yang dilakukan oleh masyarakat atau perusahaan tanpa memiliki izin,
tidak menggunakan prinsip pertambangan yang baik, serta memiliki dampak negatif bagi
lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial.
"PETI adalah kegiatan tanpa izin, dan memicu kerusakan lingkungan. Kegiatan ini juga
memicu terjadinya konflik horisontal di dalam masyarakat," kata Direktur Teknik dan
Lingkungan Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Sunindyo Suryo Herdadi.
Selain itu, PETI juga mengabaikan kewajiban-kewajiban, baik terhadap Negara maupun
terhadap masyarakat sekitar. "Karena mereka tidak berizin, tentu akan mengabaikan
kewajiban-kewajiban yang menjadi tanggung jawab penambang sebagaimana mestinya.
Mereka tidak tunduk kepada kewajiban sebagaimana pemegang IUP dan IUPK untuk
menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk juga
pengalokasian dananya," ujar Sunindyo.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Sahuleka, Onesimus
0027116003
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Rongalaha, Johan
0028086006
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Penyelesaian Sengketa Tambang Emas.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 343 Hukum militer, pertahanan, keuangan publik, pajak, perdagangan (perdagangan), hukum industri
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 08 Feb 2026 14:37
Last Modified: 08 Feb 2026 14:37
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/666

Actions (login required)

View Item
View Item