Kajian Hukum Pelaksanaan Upacara Kawin Gantung (Caburken Bulung) pada Masyarakat adat Karo di Kota Jayapura.

Waleleng, Bunga Audelia Sapphira (2024) Kajian Hukum Pelaksanaan Upacara Kawin Gantung (Caburken Bulung) pada Masyarakat adat Karo di Kota Jayapura. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Judul, Lembar Persetujuan, Pelaksanaan Ujian, Abstrak, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi] Text (COVER : Judul, Lembar Persetujuan, Pelaksanaan Ujian, Abstrak, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi)
COVER.pdf

Download (502kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (111kB)
[thumbnail of BAB II Kerangka Teori] Text (BAB II Kerangka Teori)
BAB II.pdf

Download (298kB)
[thumbnail of BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan] Text (BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB)
[thumbnail of BAB IV Penutup] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (73kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8kB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Kajian Hukum Pelaksanaan Upacara
Kawin Gantung (Caburken Bulung) pada Masyarakat adat Karo di
Kota Jayapura”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pelaksanaan upacara kawin gantung Caburken Bulung) pada masyarakat adat
Karo di Kota Jayapura dan pengaruh upacara kawin gantung (Caburken Bulung)
pada masyarakat adat Karo di Kota Jayapura.
Metode pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
pendekatan yuridis empiris yaitu yaitu pendekatan yang didasarkan pada
penelitian di lapangan untuk mendapatkan data primer di bidang hukum
khususnya tentang perkawinan gantung (Caburken Culung) pada masyarakat adat
Karo di Kota Jayapura. Di samping itu juga digunakan pendekatan yuridis
normatif dimana untuk memahami masalah yang diteliti dengan melihat sifat
hukum yang normatif yaitu melihat aturan-aturan normatif tentang perkawinan
gantung (Caburken Bulung).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua cara Perkawinan
gantung (Caburken Bulung) yaitu dilaksanakan tanpa “tangan raja” dan
dilaksanakan dengan “tangan raja” serta perkawinan gantung (Caburken Bulung)
meskipun dilakukan pada anak dibawah umur dan tidak sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan namun pelaksanaan perkawinan
cabur bulung terhadap anak dibawah umur dalam hukum adat karo memiliki
makna yang berbeda, dimana anak yang telah melangsungkan perkawinan cabur
bulung setelah prosesi adat dilakukan dikembalikan kepada orangtuanya dan
menjalani hidup seperti semula dan hanya dilakukan secara simbolis untuk
menjalankan tradisi kepercayaan masyarakat adat tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Pondayar, Yustus
0019067304
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Tanati, Daniel
0029047301
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Perkawinan gantung, Caburken Bulung, Adat Karo.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 08 Feb 2026 14:38
Last Modified: 08 Feb 2026 14:38
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/679

Actions (login required)

View Item
View Item