Kedudukan Anak Laki-Laki Sulung Dalam Hukum Waris Adat Menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sangkek, Gabriel Palmae (2024) Kedudukan Anak Laki-Laki Sulung Dalam Hukum Waris Adat Menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) di Kabupaten Kepulauan Yapen. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Lembar Judul, Abstrak, Lembar Persetujuan, Lembar Pelaksanaan Ujian, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi] Text (COVER : Lembar Judul, Abstrak, Lembar Persetujuan, Lembar Pelaksanaan Ujian, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi)
COVER.pdf

Download (566kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (139kB)
[thumbnail of BAB II Tinjauan Pustaka] Text (BAB II Tinjauan Pustaka)
BAB II.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of BAB III Hasil dan Pembahasan] Text (BAB III Hasil dan Pembahasan)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (169kB)
[thumbnail of BAB IV Penutup] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (114kB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Kedudukan Anak Laki-Laki Sulung Dalam
Hukum Waris Adat Menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) Di
Kabupaten Kepulauan Yapen
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan anak
sulung dalam pewarisan menurut hukum adat Yawa Unat (Onate) di Kabupaten
Kepulauan Yapen dan untuk mengetahui pembagian warisan dari pewaris kepada
para ahli waris.
Metode pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
pendekatan normatif yaitu untuk menemukan asas-asas hukum adat waris dan juga
metode pendekatan hukum empiris yaitu untuk mengkaji hukum dalam kenyataan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kedudukan anak sulung dalam
pewarisan menurut Masyarakat Hukum Adat Yawa Unat (Onate) yang berlaku
di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah sangat penting dimana anak sulung
menguasai semua harta warisan baik materiil maupun immaterial. Harta
warisan materiil misalnya tanah, ladang dan lain-lain dan harta warisan
immaterial adalah merupakan jabatan adat. Khusus untuk jabatan adat hak
kesulungan tetap berada pada anak sulung laki-laki secara turun temurun.
Penguasaan harta warisan materiil bukan berarti anak sulung memiliki secara
pribadi tetapi harta warisan materiil adalah dimiliki oleh semua ahli waris.
Pembagian harta warisan yang bersifat materiil dapat dilakukan
sebelum pewaris meninggal dunia maupun setelah meninggal dunia. Dalam hal
pembagian harta warisan yang bersifat materiil maka anak sulung laki-laki
bertindak sebagai pembagi terhadap harta tersebut. Dengan kata lain anak
sulung laki-laki yang membagi harta warisan berdasarkan pada musyawarah
bersama diantara para ahli waris lainnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Sahuleka, Onesimus
0027116003
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Katjong, Kadir
0007125905
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Anak Laki-laki sulung, pewarisan, hukum adat Yawa Unat (Onate) Kabupaten Kepulauan Yapen.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 03 Mar 2026 01:17
Last Modified: 03 Mar 2026 01:17
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/741

Actions (login required)

View Item
View Item