Waroy, Ortisan E. Izak (2024) Peranan Ondoafi Dalam Penyelesaian Sengketa Perkawinan Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Nafri di Kota Jayapura. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.
COVER.pdf
Download (437kB)
BAB I.pdf
Download (308kB)
BAB II.pdf
Download (296kB)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (265kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (152kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
Abstract
Penelitian dengan memilih judul “Peranan Ondoafi Dalam Penyelesaian
Sengketa Perkawinan Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Nafri Di Kota
Jayapura”, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan Ondoafi dalam
penyelesaian sengketa perkawinan Adat Oleh Ondoafi Pada Masyarakat Hukum
Adat Nafri Di Kota Jayapura dan hubungan antara pemerintahan formal dan
pemerintahan adat dalam menyelesaikan sengketa Perkawinan Adat Oleh Ondoafi
Pada Masyarakat Hukum Adat Nafri Di Kota Jayapura.
Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris (penelitian hukum
empiris) penelitian non doktrinal (socio legal research). Penelitian ini dapat
dikategorikan dalam jenis penelitian dengan aspek empiris karena peranan dari
para fungsionaris adat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang
menjadi pokok perhatian dalam penelitian dikaji dari perspektif empiris, yaitu
melihat hubungan kerjasama dan kemitraan tersebut dilaksanakan dalam
kenyataannya.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peranan Ondoafi Dalam
Penyelesaian Sengketa Perkawinan Adat Oleh Ondoafi Pada Masyarakat Hukum
Adat Nafri Di Kota Jayapura Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga
(KDRT) Denda yang harus pelaku bayar berupa uang saja, mengenai harga
tergantung dari permintaan si korban (istrinya). Tindak pidana perzinahan Denda
yang harus pelaku bayar berupa manik-manik 1 (satu) tali yang isinya 24 buah
ditambah uang Rp 1.000.000,- Tindak pidana penghinaan (terhadap wanita dan
kepala adat) Denda yang harus dibayar pelaku terhadap wanita yang dihina berupa
manik-manik 1 buah dan uang Rp 100.000 – Rp 300.000, namun apabila yang
dihina kepala adat (ondoafi) dendanya manik-manik 1 tali yang isinya 24 buah
dan uang Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000, apabila pelaku berasal dari keturunan atau
keluarga Ondoafi maka denda yang harus dibayar. Oleh sebab itu, kepada
pengadilan/lembaga adat Kampung Nafri agar lebih berperan aktif dalam upaya
menyelesaikan perkara tindak pidana adat yang terjadi, mengingat masyarakat
adat Nafri di Kota Jayapura lebih mengenal cara penyelesaian masalah melalui
adat ketimbang melalui jalur hukum nasional (hukum tertulis, Undang-Undang)
dan kepada masyarakat adat Kampung Nafri agar selalu mendukung eksistensi
pengadilan adat/lembaga masyarakat adat Kampung Nafri dalam menyelesaikan
masalah-masalah tindak pidana adat maupun perdata adat guna terciptanya
keamanan dan kesejahteraan masyarakat adat Kampung Nafri di Kota Jayapura.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN Email Thesis advisor Sahuleka, Onesimus 0027116003 UNSPECIFIED Thesis advisor Katjong, Kadir 0007125905 UNSPECIFIED |
| Uncontrolled Keywords: | Peranan Ondoafi, Perkawinan Adat, Nafri. |
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 344 Hukum ketenagakerjaan, buruh, sosial, pendidikan dan budaya 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 349 Hukum yurisdiksi tertentu, wilayah, wilayah sosial ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1 |
| Depositing User: | Imanuel |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 01:18 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 01:18 |
| URI: | http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/745 |
