Ketentuan Tambahan Pengalaman Jabatan Dalam Syarat Usia Minimum Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Dalam Pemilu 2024.

Depametouw, Farida Febbianna (2024) Ketentuan Tambahan Pengalaman Jabatan Dalam Syarat Usia Minimum Bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Dalam Pemilu 2024. Undergraduate thesis, Universitas Cenderawasih.

[thumbnail of COVER : Abstrak, Lembaran Pengesahan, Lembar Pelaksanaan Ujian, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi] Text (COVER : Abstrak, Lembaran Pengesahan, Lembar Pelaksanaan Ujian, Motto dan Persembahan, Kata Pengantar, Daftar Isi)
COVER.pdf

Download (566kB)
[thumbnail of BAB I Pendahuluan] Text (BAB I Pendahuluan)
BAB I.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of BAB II Landasan Teori] Text (BAB II Landasan Teori)
BAB II.pdf

Download (216kB)
[thumbnail of BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan] Text (BAB III Hasil Penelitian dan Pembahasan)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (134kB)
[thumbnail of BAB IV Penutup] Text (BAB IV Penutup)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (95kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (167kB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak perubahan syarat usia calon presiden
(capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berdasarkan Putusan Mahkamah
Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 terhadap prinsip kesetaraan dalam
pemilu dan integritas proses pemilihan di Indonesia. MK mengubah Pasal 169
huruf q UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang awalnya menetapkan batas
usia minimal 40 tahun, menjadi "berusia paling rendah 40 tahun atau telah pernah
menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk kepala
daerah." Tujuannya adalah memberikan peluang bagi generasi muda
berpengalaman dalam jabatan politik untuk berkompetisi dalam Pemilu. Penelitian
menggunakan metode yuridis normatif dengan menganalisis bahan hukum primer
dan sekunder.
Hasilnya menunjukkan bahwa perubahan syarat usia minimal capres dan
cawapres menimbulkan kontroversi terkait prinsip kesetaraan dan keadilan yang
dijamin oleh UUD 1945. Kritikus berpendapat bahwa syarat tambahan ini
memberikan keistimewaan kepada individu tertentu dan menciptakan
ketidakadilan bagi calon lain yang memenuhi syarat usia 40 tahun tanpa
pengalaman jabatan politik. Penelitian juga menemukan bahwa keputusan MK ini
dapat membuka peluang bagi praktik nepotisme dan kolusi, serta memperkeruh
persepsi publik terhadap independensi dan integritas lembaga peradilan. Implikasi
yuridis dari putusan ini mencakup ketidakpastian hukum dalam penentuan calon
yang memenuhi syarat, serta dampak negatif terhadap prinsip kesetaraan dalam
pemilu. Penelitian ini berkontribusi pada diskusi akademik dan praktis mengenai
reformasi hukum pemilu di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN
Email
Thesis advisor
Simanjuntak, Josner
0016126405
UNSPECIFIED
Thesis advisor
Kambuaya, Ruth
0023058104
UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 dan Ketentuan Tambahan Pengalaman Jabatan Dari Keterpilihan Pemilu Dalam Syarat Usia Minimum Capres Dan Cawapres Dalam Pemilu.
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 342 Hukum tata negara
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 347 Prosedur dan pengadilan
300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 348 Undang-undang, hukum, regulasi dan kasus
Divisions: Fakultas Hukum > Program Studi Ilmu Hukum - S1
Depositing User: Imanuel
Date Deposited: 03 Mar 2026 01:20
Last Modified: 03 Mar 2026 01:20
URI: http://repository.uncen.ac.id/id/eprint/758

Actions (login required)

View Item
View Item